
kabarterkini.co.id, NATUNA – “Semoga cita-cita Pak Kapolres dan Pak Ketua Melayu Raya tercapai,” doa Martasa dengan bibir bergetar menahan tangis, Sabtu siang 5 Oktober 2019. Pria berusia 55 tahun itu, menahan tangis, karena tak menyangka Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto dan Ketua Himpunan Melayu Raya Wan Siswandi bersama segenap anggotanya bahu membahu memperbaiki rumahnya, yang porak poranda diterjang angin puting beliung tiga minggu lalu.
Akibat terjangan angin “berputar” itu, dari atap hingga dinding rumahnya berada di Kampung Setedung, Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur laut, hancur tak tersisa. Yang anehnya, hanya rumah Martasa terkena angin puting beliung.
“Saya tak bisa berbicara apa-apa,” kata nelayan tradisional itu. “Pokoknya, semoga karier Pak Kapolres dan Pak Ketua Melayu Raya semakin sukses kedepannya,” doa Martasa lagi, yang terlihat bicara spontan, tanpa rekayasa.
Sebelum diperbaiki, serta di cat hijau muda, rumah kayu warga Setedung RT 06 RW 03 itu, hanya tinggal sebagian dinding, tanpa atap. Atas kerja keras anggota Polres Natuna dan pengurus Himpunan Melayu Raya dari pagi hingga beranjak siang, rumah Martasa kembali bagus. Malahan rumah itu, semakin bagus dari sebelum terkena puting beliung.
Rupanya, dalam bahu membahu memperbaiki rumah Martasa, Ketua DPRD Natuna Andes Putra dan Ketua PDI-Perjuangan Natuna Rusdi, yang juga menjabat anggota DPRD Natuna, tak mau ketinggalan turun tangan. Meskipun pemilihan legislatif telah usai, dua wakil rakyat kabupaten kepulauan perbatasan ditengah negara Asean ini, tetap peduli warga tertimpa musibah.
“Kami akan berbuat yang bisa dilakukan,” kata Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto pada awak media, diamini Ketua Himpunan Melayu Raya Natuna Wan Siswandi. “Kami tak sempurna, tapi kami ingin berbuat terbaik bagi masyarakat memerlukan pertolongan,” timpal Wan Siswandi yang juga menjabat Sekretaris Daerah Natuna itu.
Saat di wawancara sejumlah awak media, Martasa mengatakan, ketika rumahnya hancur terkena puting beliung, ia tak tahu akan berbuat apa. Jangankan membeli cat, hanya memperbaiki, ia tak punya uang.
Untung seminggu lalu, Ketua Himpunan Melayu Raya Wan Siswandi berkunjung kerumahnya. Atas kunjungan itu, ia menyampaikan keluh kesahnya. “Saya tak minta bantu, hanya bercerita tentang ekonomi sedang sulit,” ungkap Martasa. “Tak di sangka, Pak Ketua Melayu Raya dan Pak Kapolres dengan anggotanya datang membantu.” (*red)