
Catatan Andi Surya
PERUSAHAAN media massa tidak akan pernah mengurus keuangan atau pendapatan perusahaan media lain. Hal itu jelas, semua lini mengetahui dan sepaham. Perusahaan media satu dengan perusahaan media lain, mempunyai manajemen sendiri, agar produknya laku dibeli pelanggan, apapun jenis produknya, cetak, elektronik, penyiaran dan sebagainya.
Setiap perusahaan media menjual harga produknya bervariasi, dan itu rahasia perusahaan mereka. Tidak mungkin perusahaan media lain, ikut campur dengan harga atau pendapatan media lain. Jika ada yang mau mengetahui, harga atau pendapatan perusahaan media lain, sangat lucu, dan tidak pernah terjadi di dunia jurnalistik seluruh Indonesia, dari era dahulu hingga kini.
Lalu, pelanggan atau pembeli mempunyai hak tolak, atau hak tidak mau berlangganan. Karena mereka punya uang, mau membeli atau tidak produk suatu perusahaan media. Trik, supaya mereka mau berlangganan atau membeli, perusahaan media, dari sekelas redaksi, perwakilan atau biro, harus pandai melobi, selama tidak melanggar hukum, seperti memaksa, mengancam dan sebagainya.
Trik-trik mencari pelanggan atau pembeli ini, kepandaian perusahaan media itu. Tidak mungkin perusahaan media satu, akan mengajarkan trik-trik ini ke perusahaan media lain. Artinya, perusahaan media ingin mendapatkan pelanggan atau pembeli sebanyak-banyaknya, harus punya trik-trik tertentu agar pelanggan atau pembeli berkeinginan membeli produk dihasilkan perusahaannya.
Yang pasti, trik-trik umum, produk perusahaan media itu, harus mempunyai oplah atau pembaca cukup besar, biasa media cetak harian atau media siber, pemenangnya. Karena mempunyai jangkauan luas, dan link-link tertentu, sehingga produk dihasilkan, berupa sebuah berita menjadi viral dan diketahui khalayak ramai.
Cara penulisan bagus, dan memahami trik-trik penulisan sesuai Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pokok Pers, agar banyak orang berkeinginan membaca beritanya. Sebab persaingan produk berita, semakin ketat. Puluhan ribu berita setiap hari dipublikasi perusahaan media di seluruh Indonesia dan tidak mungkin akan dibaca, jika cara penulisan kurang bagus, tidak memahami letak huruf besar serta tanda baca.
Mengingat pembaca itu, berniat membaca, ketika bahan bacaan, mudah dicerna, dan tidak memusingkan kepala. Inti dari catatan ini, jangan pernah mengurus pendapatan perusahaan media lain. Terus berkarya dalam penulisan. Profesionalitas dalam penulisan akan muncul sendiri, seberapa lama Anda bergelut di dunia jurnalistik.
Istilahnya, tak mungkin pendapatan hasil tangkapan ikan seorang nelayan telah lama ke laut akan sama dengan nelayan baru memulai menjadi nelayan. Karena nelayan telah profesional, lebih memahami seluk beluk terumbu karang, dan memahami kapan ikan selalu berkumpul.
Jangan pernah iri dengan pendapatan orang lain, porsi diberikan Tuhan Maha Esa tetap berbeda, antara satu dengan lainnya. Jadi hentikan kasak kusuk mengurus pendapatan perusahaan media lain. Kita urus perusahaan media sendiri, lobi santun pasti pelanggan mau berlangganan. ****